Teknologi display layar lebar untuk truk dan kendaraan besar

Sebentar lagi musim pulang kampung alias mudik segera di depan mata. Bagi kaum perantauan di Jakarta dan Jawa barat, untuk pulang ke Semarang lewat jalur pantura merupakan keniscayaan. Selain jalur yang relatif ramai, banyak pom bensin dan restoran, jarak dan waktu tempuh yang relatif lebih pendek (asal gak macet total), juga menjadi alasan yang sukup masuk akal. Satu hal yang paling menyebalkan di Jalur pantura adalah ramainya pula untuk jalur truk, tronton dan bus, yang terkadang menghalangi pandangan “kendaraan kecil” dan terkadang ketidak hati-hatian untuk mendahului bisa berakibat fatal. Contoh wilayah paling menyebalkan adalah di Alas Roban di Batang dan Cadas Pangeran (antara Sumedang-Cirebon) kesabaran ekstra diperlukan untuk mengikuti truk/bus/tronton yang cukup lambat di tanjakan atau tikungan, sehingga sulit untuk mendahului.

Baru-baru ini, Samsung, merilis aplikasi teknologi tepat guna dari layar lebar mereka, untuk diimplementasikan di belakang truk dengan kamera kecil di bagian depan kendaraan. Sehingga, pengendara di belakang truk akan dapat memonitor kondisi jalur di depan truk tersebut. Layar lebar real time ini akan membantu kendaraan di belakangnya untuk mengambil keputusan apakah aman atau tidak untuk mendahului. Ide yang sangat sederhana namun cemerlang ini perlu diparesiasi dan didorong untuk keamanan transportasi di masa mendatang. seperti kita tahu, Samsung, LG, maupun Sony sedang berlomba-lomba mengembangkan teknologi display layar lebar, tipis, ringan, dan low power, untuk TV/monitor generasi baru. Bahkan diperkirakan teknologi OLED TV saat ini masih seharga Toyota Fortuner baru😀
samsungsafetytruck

Jika teknologi ini benar diimplementasikan, mungkin ada satu hal yang akan dirindukan, yaitu hilangnya kreatifitas sopir truk yang selalu mengundang geli. Mungkin tak akan ada lagi tulisan-tulisan curcol di belakang truk seperti:

“Pulang malu, tak pulang rindu.”
“Lupa namanya, ingat rasanya.”
“Cintaku tak seberat muatanmu.”
“Don’t rich people difficult” (Jangan kaya orang susah)
“BE YOUNG CARE ROCK” (Biang kerok)😀

Source : http://alturl.com/8y5hp

How it works?

About briliano
Briliant Adhi Prabowo is a researcher in Electronics Engineering. He received Bachelor Eng. from Soegijapranata Catholic University, Semarang, Indonesia in 2005. In April 2006 he joined PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) in Transmission Department, and worked on satellite and microwave communication field for broadcasting. In January 2008 he joined Research Center for Informatics, Indonesian Institute of Sciences (LIPI), Bandung, Indonesia, and his research related to Embedded System based linux. Since 2012, he received his Master of Engineering in Center for Computational Microelectronics, Department of Computer Science and Information Engineering Asia University, Taiwan. His master research related to TCAD Engineering (2D and 3D) for power devices reliability, include AlGaN/GaN HEMTs device, bipolar transistor and LDMOS. Currently, he is a Ph.D. candidate at Department of Electronics Engineering, Chang Gung University, Taiwan. His recent research topic related to organic electronic devices, bioelectronics and biosensor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: