SUASANA IDULFITRI: Cerita WNI di Taiwan Merayakan Lebaran

Bisnis.com, JAKARTA – Lebaran, hari raya paling spesial bagi sebagian masyarakat Indonesia, mungkin akan terasa berbeda di negeri rantau, seperti di Taiwan.

Taiwan merupakan salah satu negara tujuan buruh migran Indonesia (BMI) terbesar, selain Malaysia, Hong Kong dan Timur Tengah, sehingga jumlah penduduk asing di Taiwan diperkirakan didominasi oleh WNI.

Briliant Adhi Prabowo, seorang mahasiswa doktoral Chang Gung University menceritakan bahwa diperkirakan sekitar 180.000 jiwa, penduduk asing di Taiwan berasal dari Indonesia, atau sekitar 37% dari jumlah pendatang asing yang tentunya di luar penduduk Tiongkok, Hong Kong, dan Makau.

Lalu bagaimanakah suasana, suka dan dukanya merayakan Lebaran di Taiwan?

Tidak seperti di Indonesia yang setiap orang bisa libur, mudik, dan berkumpul bersama keluarga, Lebaran di Taiwan bukan hari libur nasional. Sehingga bagi umat muslim, untuk melaksanakan Shalat Ied, harus mengajukan izin kepada majikan atau atasan masing-masing.

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, sebagai satu-satunya perwakilan pemerintah Indonesia, membantu dalam pembuatan lampiran surat ijin dan edaran resmi dalam bahasa Indonesia dan Mandarin yang dapat diajukan kepada majikan, atasan, maupun dosen/guru.

Tahun ini, Shalat Ied diadakan di semua masjid yang tersebar di Taiwan, seperti Masjid besar Taipei, Taichung, Zhongli, Tainan, dan Kaohshiung.

Tahun lalu, Shalat Ied juga dilaksanakan di halaman Taipei Main Station, namun perizinan menggunakan area publik semacam ini, tentu memerlukan proses yang cukup berbelit, terutama dari sisi pertimbangan keamanan, kebersihan, dan kekhusyukan jemaah sendiri.

KDEI Taipei, juga setiap tahun mengadakan open house untuk menjalin tali silaturahmi WNI dari berbagai elemen tepat di hari raya Lebaran, dan pada hari raya Idulfitri 1435 H kali ini, open house dilaksanakan dari pukul 11.00-14.00 waktu setempat.

Semua masyarakat Indonesia di Taiwan akan diperkenankan datang untuk merayakan Idulfitri di kantor KDEI Taipei yang beralamat di 6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei.

Adapun silaturahmi dengan keluarga di Tanah Air, bisa dilakukan dengan fasilitas media sosial, layanan messenger maupun video call. Layanan Internet cepat baik yang gratis maupun berbayar, cukup mudah didapatkan di Taiwan.

Bagaimana dengan persiapan ketupat opor dan makanan khas lebaran lainnya di Taiwan?

Ini memerlukan kejelian dan kreativitas untuk memasak makanan khas tersebut. Memang, di berbagai tempat di Taiwan terdapat toko-toko yang menjual berbagai barang, makanan, bumbu dapur khas Indonesia, sehingga pembuatan opor misalnya, tentu bukan hal yang terlalu sulit.

WNI bisa mendapatkan berbagai produk bumbu instan untuk opor, sambal goreng, dan sebagainya. Dan yang paling sulit tentunya mendapatkan ketupat, karena tradisi ketupat memang khas dan hanya ada di Indonesia.

Sebagai penggantinya, WNI di Taiwan akan berkreasi menggunakan kemasan plastik untuk membuat lontong, meski secara kualitas akhir akan sedikit berbeda dengan ketupat ataupun lontong buatan asli Indonesia.

Keterbatasan yang ada tidak mengurangi kenikmatan dan silaturahmi lebaran sambil saling memaafkan di negeri rantau. Selamat Idul Fitri 1435 H. Minal Aidzin wal Faidzin. Mohon Maaf lahir dan Batin.

Editor : Stefanus Arief Setiaji

sumber: Bisnis Indonesia

About briliano
Briliant Adhi Prabowo is a researcher in Electronics Engineering. He received Bachelor Eng. from Soegijapranata Catholic University, Semarang, Indonesia in 2005. In April 2006 he joined PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) in Transmission Department, and worked on satellite and microwave communication field for broadcasting. In January 2008 he joined Research Center for Informatics, Indonesian Institute of Sciences (LIPI), Bandung, Indonesia, and his research related to Embedded System based linux. Since 2012, he received his Master of Engineering in Center for Computational Microelectronics, Department of Computer Science and Information Engineering Asia University, Taiwan. His master research related to TCAD Engineering (2D and 3D) for power devices reliability, include AlGaN/GaN HEMTs device, bipolar transistor and LDMOS. Currently, he is a Ph.D. candidate at Department of Electronics Engineering, Chang Gung University, Taiwan. His recent research topic related to organic electronic devices, bioelectronics and biosensor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: