Basilika Santo Ignatius de Loyola, sebuah perjalanan spiritual pribadi

‘Act as if everything depended on you; trust as if everything depended on God.’ – Ignatius de Loyola

Ad Maiorem De Gloriam,

Sebagai seorang yang pernah ditempa oleh pendidikan Jesuit, tentunya Ignatius de Loyola, pendiri ordo Jesuit, sudah tidak asing lagi di benak hati. Bahkan nama Loyola (Loiola; dalam bahasa Spanyol/Basque) telah diabadikan dalam berbagai nama institusi pendidikan di seluruh dunia, termasuk SMA Kolese Loyola di Semarang, yang menjadi almamater penulis sewaktu SMA. Kisah hidup, pertobatan, panggilan, perjuangan, dan sekaligus kepasarahan hidup yang dia dedikasikan untuk kemuliaan nama Allah semata (Ad Maiorem Dei Gloriam/AMDG) menjadi api pembakar anak-anak muda di berbagai sekolah Jesuit, untuk menjadi pejuang pembaharu dunia yang memiliki kompetensi yang unggul, memiliki hati nurani yang benar, dan berkepedulian sosial.

Lalu dimanakah lokasi sebenarnya Loyola, asal St. Ignatius itu?

Sekian lama, lokasi ini memang jarang terdengar secara pasti, yang menjadi catatan memang dulunya terletak di wilayah Basque, yang saat ini secara politis ingin memisahkan diri dari Spanyol. Bermodalkan Google map, kata kunci Loyola sangat sulit untuk disortir, karena berbagai nama institusi, jalan, stasiun, sekolah dan universitas banyak yang mengabadikan nama Loyola. Teringat sebuah obrolan ringan dengan teman waktu SMA, bahwa dalam literatur Spanyol, dituliskan Loiola (huruf I menggantikan Y) dimana secara pengucapan akan terdengar mirip. Lalu terdeteksi lah lokasi tersebut, di sini:

Lokasinya sangat terpencil dan jauh dari kota besar, diperkirakan sekitar dua jam perjalanan darat dari Bilbao, ibu kota Basque, atau bisa juga ditempuh dari San Sebastian ke arah selatan. Bermodal informasi yang terbatas, dan ketidak-mampuan berbahasa Spanyol,  tekat terbulatkan untuk menjejakkan kaki di sana, di tempat kelahiran dan tempat Inigo Lopez (nama kecil St. Ignatius) menghabiskan 31 tahun hidupnya menjadi tentara yang beringas, keras kepala, dan ditakuti sebelum dia terpanggil untuk bertobat. Pagi, dari terminal bus (Termibus) Bilbao, ada sebuah bis yang ke arah Ermua, masih sekitar setengah jalan menuju Azpeitia, kota terdekat dari Loiola. Sampai di halte bus San Ignacio 3, Ermua, kebingungan mulai menghampiri. Yang pertama koneksi internet sudah tidak ada, kedua bermodal screen shot gambar Santuario de Loyola, pertanyaan kepada orang sekitar dalam bahas Inggris, dijawab dengan bahasa entah Spanyol, Baque, Perancis atau Jerman (Penduduk Basque cukup familiar dengan  bahasa ini) yang entah artinya apa, mereka hanya menunjuk sebuah halte yang katanya menuju Azpeitia, dan cukup tepat dengan petunjuk GPS yang masih berkedip.

1 Jam berlalu, 2 Jam, bahkan 3 Jam, tidak ada satu bus pun yang dimaksudkan menuju Azpeitia, sedangkan bus yang kembali ke arah Bilbao sudah entah berapa puluh kali lewat dan seperti menertawakan, “Sudahlah kembali saja ke Bilbao, dan nikmati sisa harimu di sana.” Dari halte bus tersebut, nampak sebuah menara gereja kuno menjulang kira-kira 50 meter dari halte, dan loncengnya pun berdentang nyaring. Kakipun melangkah menuju gereja tersebut, dan memberanikan diri masuk ke dalamnya. Ornamen klasik menjulang di belakang altar, dan cukup terhenyak Inigo muda dengan pakaian kesatria di atas kudanya terpahat gagah di dalamnya. Setelah berdoa sejenak, di situlah kemudian diputuskan untuk kembali ke Bilbao, karena tengah hari telah lewat dan tidak ada satupun bus dalam 3 jam terakhir menuju Azpeitia. Jikapun bisa mencapai Loiola, apakah bisa kembali ke Bilbao segera? karena masih ada acara utama esok paginya.

Kaki kembali melangkah ke halte, dan berdiri di antrian bus menuju Bilbao. Jam 13.50, bus ke arah Bilbao-pun telah tiba dan tinggal beberapa langkah naik ke dalam bus, pada saat itu dari arah berlawanan ada sebuah bus tanpa tulisan apapun. Entah mengapa, kaki segera melangkahkan keluar dari antrian dan berharap bus itu adalah benar yang menuju Azpeitia. Dan ternyata BENAR !!

Rasa syukur penuh dalam rongga dada, dan sepanjang perjalanan dari Ermua ke Azpeitia, jalanan membelah gunung dan hutan Basque mengiringi di sepanjang jalan. GPS masih menyala dan mengikuti, sekitar 1 km mau memasuki Azpeitia, sebuah kubah megah tampak menjulang, dada bergetar, tanda salib dan tundukan kepala menghormat ke Basilika agung yang perkasa.

Berlutut di depan basilika, dan hati merinding sambil memanjatkan doa, tiada hentinya ucap syukur, doa, dan terima kasih kepada Tuhan, atas kesempatan ini.

10386994_10152507541031967_878597970681684699_o

Santuario de Loiola

“Ambillah Tuhan, dan terimalah seluruh kemerdekaanku, ingatanku, pikiranku dan segenap kehendakku, segala kepunyaan dan milikku. Engkaulah yang memberikan, pada-Mu Tuhan kukembalikan. Semuanya milik-Mu, pergunakanlah sekehendak-Mu. Berilah aku cinta dan rahmat-Mu, cukup itu bagiku.”

[Exercitia Spiritualia 234 – Igancio de Loiola]

 

Teriring doa dari Loiola, 10 Juni 2014

About briliano
Briliant Adhi Prabowo is a researcher in Electronics Engineering. He received Bachelor Eng. from Soegijapranata Catholic University, Semarang, Indonesia in 2005. In April 2006 he joined PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) in Transmission Department, and worked on satellite and microwave communication field for broadcasting. In January 2008 he joined Research Center for Informatics, Indonesian Institute of Sciences (LIPI), Bandung, Indonesia, and his research related to Embedded System based linux. Since 2012, he received his Master of Engineering in Center for Computational Microelectronics, Department of Computer Science and Information Engineering Asia University, Taiwan. His master research related to TCAD Engineering (2D and 3D) for power devices reliability, include AlGaN/GaN HEMTs device, bipolar transistor and LDMOS. Currently, he is a Ph.D. candidate at Department of Electronics Engineering, Chang Gung University, Taiwan. His recent research topic related to organic electronic devices, bioelectronics and biosensor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: