Portable SPR Biosensor: Tantangan riset multidisiplin

Pada tanggal 21 November 2015, saya diminta untuk berpartisipasi dalam kuliah online Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) untuk sharing baik riset, tips publikasi ilmiah, dan pengembangan karir penelitian.

Poster I-4

Poster I-4

Bagi yang belum sempat atau terlewatkan, selengkapnya, kuliah online tersebut dapat dilihat pada tautan YouTube berikut ini:

Artikel lain yang telah dimuat di Harian Bisnis Indonesia, 12 Desember 2019

photo6224504053086398883

[Opini] Menata Sumber Daya Riset

Artikel ini merupakan kompilasi dari status-status media sosial penulis, yang tersebar dan tidak sistematis. AKhirnya setelah meluangkan waktu untuk menuliskannya secara sistematis dan komprehensif, artikel tersebut dapat dimuat di Harian Bisnis Indonesia, Rabu 30 Oktober 2019, hal. 2.

Keilmuan yang melewati sekat-sekat negara dan keilmuan itu sendiri

Unika

Sejak semalam, beberapa message masuk di aplikasi WA, tentang publikasi di bulletin news kampus unika.ac.id tentang kunjungan KKL adik-adik mahasiswa Teknik Elektro, Unika Soegijapranata di kampus LIPI Bandung, yang didampingi Pak Budi, pak Leo, dan Mas Juang. Dan tidak disangka pagi ini bahkan dimuat di harian Suara Merdeka (8/3/2018) rubrik Edukasia. Read more of this post

A sort of “Double O 7”

A very classic novel Casino Royale in 1953 by Ian Flemings configures a famous character of British MI6 Agent with the code of “007”. Ian picks the character name, James Bond (JB). Coincidentally, another classic novel in 1980 tells about another spy from CIA (US) agent, and choose the similar initial J.B (Jason Bourne). But we will talk specifically only about Bond 007.

This character even more famous, after Albert Romolo Broccoli create the character of Bond to the movies. Total 24 movies have been released from 1962 until 2015, and I have watched it all :D. Albert Broccoli in charge as the producer 16 series, until he passed away in 1996. The last round in his production is “Licence to Kill, in” and it is not quite a success at the box office.

Later, The Barbara Broccoli continues his father legacy as the producer and brings the “new era” of Bond after the last two movies “The living of Daylights” and “Licence to Kill” are not satisfied the fans. Read more of this post

Belajar dari kasus mobil listrik Pak Dahlan, dari sudut pandang penelitian

Pagi ini di sosial media sejak semalam ramai postingan tentang kasus riset mobil listrik Pak Dahlan Iskhan (DI) yang kasusnya diperiksa oleh kejaksaan. Mobil listrik Pak DI ini yang heboh saat dipamerkan pada konferensi APEC 2013 di Bali, menurut sumber CNN Indonesia dan Otomania di sponsori oleh tiga BUMN yaitu PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT BRI. Ketiga perusahaan plat merah mengucurkan dana sekitar Rp 32 miliar untuk menciptakan 16 prototipe mobil listrik kepada PT Sarimas Ahmadi Pratama (SAP). Di sisi lain, dalam laman facebooknya mas Ricky Elson, dikatakan bahwa mobil-mobil tersebut merupakan bayi produk riset yang tentu saja perlu dikembangkan lebih lanjut, sehingga pengusutan kasus riset yang  produknya dicap “tidak dapat digunakan” oleh kejaksaan ini cukup konyol.

Read more of this post

Teknologi display layar lebar untuk truk dan kendaraan besar

Sebentar lagi musim pulang kampung alias mudik segera di depan mata. Bagi kaum perantauan di Jakarta dan Jawa barat, untuk pulang ke Semarang lewat jalur pantura merupakan keniscayaan. Selain jalur yang relatif ramai, banyak pom bensin dan restoran, jarak dan waktu tempuh yang relatif lebih pendek (asal gak macet total), juga menjadi alasan yang sukup masuk akal. Satu hal yang paling menyebalkan di Jalur pantura adalah ramainya pula untuk jalur truk, tronton dan bus, yang terkadang menghalangi pandangan “kendaraan kecil” dan terkadang ketidak hati-hatian untuk mendahului bisa berakibat fatal. Contoh wilayah paling menyebalkan adalah di Alas Roban di Batang dan Cadas Pangeran (antara Sumedang-Cirebon) kesabaran ekstra diperlukan untuk mengikuti truk/bus/tronton yang cukup lambat di tanjakan atau tikungan, sehingga sulit untuk mendahului.

Baru-baru ini, Samsung, merilis aplikasi teknologi tepat guna dari layar lebar mereka, untuk diimplementasikan di belakang truk dengan kamera kecil di bagian depan kendaraan. Sehingga, pengendara di belakang truk akan dapat memonitor kondisi jalur di depan truk tersebut. Layar lebar real time ini akan membantu kendaraan di belakangnya untuk mengambil keputusan apakah aman atau tidak untuk mendahului. Ide yang sangat sederhana namun cemerlang ini perlu diparesiasi dan didorong untuk keamanan transportasi di masa mendatang. seperti kita tahu, Samsung, LG, maupun Sony sedang berlomba-lomba mengembangkan teknologi display layar lebar, tipis, ringan, dan low power, untuk TV/monitor generasi baru. Bahkan diperkirakan teknologi OLED TV saat ini masih seharga Toyota Fortuner baru 😀 Read more of this post