Penulis: Ir. Prima Setiyanto Widodo - detikinet
dikutip dari detikinet1 dan detikinet2

Indonesia sejak tahun 1976 sudah menjadi Negara yang memiliki satelit sebagai sarana telekomunikasinya. Pada saat itu Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang menggunakan satelit sebagai Sistem Komunikasi Domestiknya, setelah USA dan Kanada.
Bertahun-tahun lamanya Indonesia berjaya dalam persatelitan, semua negara – negara ASEAN memakai/menyewa transponder Satelit Palapa.
Tetapi ternyata negara-negara tetangga kita tidak tinggal diam, satu per satu mereka menyiapkan infrastruktur telekomunikasi yang paling luas liputannya ini. Malaysia, Thailand, Philipina, dan Singapura mulai meluncurkan satelitnya sendiri.
Mulailah terjadi persaingan di bidang satelit komunikasi ini. Indonesia mulai ketinggalan, bukan saja dalam hal Satelit ( Space Segment )-nya tapi juga dalam hal aplikasi yang dilewatkan atau didistribusikan dengan satelit.
Satelit adalah sebuah repeater yang diletakkan pada ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi - geostasioner. Karena ketinggiannya itu satelit mempunyai liputan yang sangat luas.
Pada awalnya satelit hanya dipergunakan untuk siaran televisi dan telepon. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (IT), satelit juga berperanan penting dalan penyebaran informasi dan aplikasi IT lainnya; seperti internet, ATM, dan saat ini Multimedia. Read more »



seperti di 
