Membuat PASPOR di kantor Imigrasi Kelas I Bandung

Jka kita ingin bepergian ke luar negeri, dokumen utama yang berlaku di sono adalah Paspor. setiap melintasi perbatasan negara, kita akan selalu di periksa dokumen paspornya oleh pihak imigrasi setempat. nah bagaimanakah proses pembuatan paspor di Indonesia saat ini?

saya akan berbagi pengalaman, dan pengamatan yaitu mengantar istri mengurus paspor di kantor imigrasi kelas I semarang, dan pengalaman pribadi mengurus di kantor imigrasi kelas I Bandung.

Syarat pembuatan paspor adalah: KTP dan KK (Kartu Keluarga), Akta Kelahiranatau Ijazah, Surat rekomendasi dari atasan/institusi tempat bekerja (untuk swasta dan PNS/TNI/Polri), Surat Nikah (bagi yg sudah menikah), Surat Keterangan Pergantian Nama (Biasanya untuk WNI Keturunan).

ok, berikut pengalaman kami dalam proses pengurusannya.

Kami tinggal di bandung, namun KTP resmi istri masih di semarang, sedangkan kelengkapan data istri seperti akta kelahiran dan KK, masih ikut orangtuanya, sehingga dengan sangat terpaksa istri harus mengurus paspor di semarang, sekalian liburan idul adha.

Tanggal 25 November 2009 saya mengantar istri untuk foto dan wawancara paspor, memang kami menggunakan biro jasa rekanan, sehingga tips jasa tidak dipungut. kami membayar senilai harga resmi dengan biaya paspor, foto biometrik dan sidik jari Rp 270.000.

Kesan pertama memasuki kantor imigrasi kelas I semarang adalah, sambutan senyum para calo di dekat pintu gerbang, dan menawarkan pengurusan dijamin lancar. kami menolaknya dengan halus. sampai di dalam kami disambut oleh rekanan kami yang beberapa hari sebelumnya menguruskan permohonan, dan kami memang datang hanya untuk foto dan wawancara. sampai dalam suasana sudah penuh orang, kebanyakan sepertinya para TKI-TKW dengan wajah polos dan penuh kesabaran menunggu giliran-giliran mereka. sementara istri saya masuk untuk proses foto dan wawancara, saya bersama adik memperhatikan suasana sekeliling. banyak yang gelisah, banyak yang tetap sabar. ada seseorang bapak berpakaian rapi dengan kemeja memanggil seorang pria yang duduk disebelah kami  yang wajahnya polos. pria tersebut (sepertinya calo/agen TKI) menyodorkan sebuah surat untuk ditandatangani oleh si TKI. namun si TKI ingin membaca dan memahami terlebih dahulu surat yg harus ia tandatangani yang menurut keterangan si calo adalah surat pernyataan. oleh si calo, si TKI tidak diperkenankan membaca isinya, disuruh tanda tangan baru dijelaskan dan paspor beres, atau tidak mau tanda tangan dan paspor batal. perdebatan tersebut cukup jelas kami dengar, sebab tepat dihadapan kami. akhirnya si TKI tidak mau menandatangani surat tersebut. dalam hati kami lega, si TKI yang “tidak tahu” prosedur seolah menjadi pihak yang lemah sehingga rawan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. dan beberapa menit kemudian istri telah selesai wawancara dan foto, kami pulang dan biro kami siap menghubungi keluarga, bila paspor telah selesai. hmm.. untung dibantu saudara.. dalam hatiku, begitu simpel, dan gak ribet.

nah sekarang giliran saya yang membuat paspor di kantor imigrasi kelas I bandung, di Jl. Surapati. saya mengurus dengan KTP semarang dan KK sesuai KTP di semarang, ternyata memang diperkenankan menggunakan KTP dan KK daerah di wilayah lain, selama dokumen tersebut benar. saya mengurus dengan jalur normal, sesuai prosedur. suasana di kantor imigrasi kelas I bandung, jauh lebih tenang dan teratur, dibandingkan di semarang. berikut prosedur yang saya ikuti.

1.Pendaftaran

Pengambilan formulir di loket (gratis). kemudian membeli map dan sampul paspor senilai Rp. 10.000, setalh diisi formulirnya dengan tepat dan hati hati, siapkan fotocopy dokumen pendukung dan satukan di dalam map yang telah dibeli. kantor imigrasi kelas I bandung tidak mengijinkan ada coretan/hapusan/tipe-X pada formulir. jadi diperhatikan panjang tulisan pada kotak yang disediakan. (kalau saya formulir saya bawa pulang dan saya isi di rumah).

setelah dokumen dan formulir lengkap ambil nomor antrian (sistem antrian sudah digital) dan karena saya datang jam 8 (kantor imigrasi mulai melayani pukul 8.00) saya mendapat nomor awal, dan hanya sekitar 10-15 menit menunggu antrian saya sudah menyerahkan dokumen keloket, dan menunggu sekitar 5 menit untuk menerima bukti penyerahan dokumen dan jadwal pembayaran yaitu 4 hari kerja berikutnya.

sejauh ini nilai layanan tahap ini 7/10.

kekurangan: seharusnya ketika pemohon menyerahkan dokumen, saat itu juga langsung menerima bukti penyerahan dokumen. pada kenyataannya dokumen diserahkan, pemohon kembali duduk menungu dipanggil. posisi tersebut membuat pemohon lemah, human error, misalkan ada kelalaian atau kesalahan petugas (map terselip atau hilang selama diterima petugas), pemohon tidak memiliki bukti kuat telah menyerahkan dokumen.

2. Pembayaran

4 hari kerja berikutnya tanggal 7 Desember 2009, saya datang pagi-pagi jam 8.00 untuk mengantri pembayaran paspor. tiket antrian pembayaran saya nomor 07. karena ada upacara pelantikan pejabat esselon di lingkungan imigrasi kelas I bandung, maka loket baru dibuka pukul 8.45. namun mungkin begitulah indonesia, para pemohon paspor yang datang langsung berjibun setelah upacara selesai, meskipun memiliki nomor antrian, tapi mereka semua berdiri di depan loket pembayaran. dan ketika loket dibuka, mereka semua langsung menyodorkan bukti penyerahan dokumen. (lalu apakah fungsinya nomor antrian ??) satpam juga tidak mengatur. sayapun mendesak ke depan, dan menyerahkan nomor antrian dan bukti penyerahan dokumen. dan disuruh menunggu untuk dipanggil, sekitar 10 menit nama saya dipanggil, saya membayar Rp. 270.000 untuk paspor 48 halaman plus biaya foto dan sidik jari. namun lagi-lagi setelah menyerahkan uang, saya disuruh menunggu kembali, untuk menunggu kwitansi pembayaran. setelah 10 menit saya dipanggil kembali dan baru mendapat kwitansi pembayaran.

nilai layanan tahap ini 5/10.

kekurangan:

-nomor antrian seperti tidak berguna. kemudian setelah pembayaran (menyerahkan uang) pemohon harus menunggu kwitansinya, sedangkan antrian begitu banyak. lagi-lagi kondisi tersebut membuat pemohon pada kondisi yang “lemah”. kelalaian ataupun human error apabila terjadi, pemohon tidak memiliki klaim/bukti telah menyerahkan uang.

3. Pengambilan Foto Biometrik, Pengambilan Sidik Jari dan Wawancara

Setelah melakukan pembayaran, pemohon diperkenankanmengambil nomor antrian foto, namun nomor yang saya dapat adalah nomor 50an, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 10.00. jika saya menunggu, bisa-bisa pekerjaan saya hari ini terbengkelai. akhirnya saya memutuskan pulang untuk antri pagi hari pukul 8.00 keesokan harinya.

pukul 7.45 keesokan harinya saya sudah datang di kantor imigrasi dan mengambil nomor antrian foto pada urutan 02. pukul 8.15 petugas foto telah siap dan memanggil saya pada urutan kedua. saya dipersilakan untuk diambil foto, sepuluh sidik jari, kemudian ke ruangan di sebelahnya untuk wawancara. isi wawancara seputar rencana mau kemana, dan pekerjaan pemohon. pada saat wawancara, pemohon wajib membawa dokumen asli (KTP, KK, Akta, dll) untuk ditunjukkan kepada pewawancara.

petugas wawancara cukup ramah, dan disela-sela pembicaraan saya menanyakan apakah Imigrasi sudah siap dengan pelayanan Paspor Online. dengan bijak beliau menjawab,

sarana dan prasarana Pelayanan Paspor online sudah siap, hanya saja pihak imigrasi masih belum menggunakannya, karena kepemilikan KTP di indonesia masih belum KTP nasional. sehingga pelacakan otentikasi kependudukan masih sulit jika tidak dengan menunjukkan dokumen asli seperti KTP, KK, dan Akta Kelahiran.

hmm.. bagaimana ni departemen dalam negeri?

penilaian pada tahap ini adalah 8/10

kekurangan yang masih tampak:

- ada beberapa orang berpakaian sipil, masuk nyelonong wira-wiri ke dalam ruang foto dan wawancara (gelagatnya sih seperti calo atau biro jasa). dan pada saat saya diwawancara, ia menanyakan kepada petugas, “sudah belum?”. namun petugas, hanya tersenyum sinis dan menjawab, “belum, kalau mau diambil diambil aja”, lalu orang tersebut bilang, “ya udah ntar deh..” lalu ngeloyor pergi.

4. Pengambilan Paspor (ini yang paling parah)

di lobby kantor imigrasi ada beberapa prosedur, jadwal, dan slogan2, seperti antara lain:

“hindari pembuatan paspor melalui perantara”

“jadwal pelayanan permohonan  paspor, pukul 08.00-16.00″

“pelayanan pengambilan paspor pukul 13.00-16.00″

“proses pembuatan paspor MAKSIMAL 4 Hari kerja setelah wawancara”

dan lain sebagainya seperti alur proses permohonan, daftar biaya, dll.

Dengan penuh harapan karena proses yang lumayan lancar pada tahap-tahap sebelumnya, saya datang kembali ke kantor imigrasi setelah 4 hari kerja. sampai sana pukul 13.30. saya menghampiri pengambilan nomor antrian, namun oleh petugas katanya tidak perlu memakai nomor antrian, langsung ke loket 4.

perasaanku sudah mulai gak enak. ada nomor antrian tapi gak dipakai, sedangkan di depan loket 4 sudah berjubel banyak orang, sedangkan di loket tidak ada petugas yang nongol. begitu petugas siap, para pemohon langsung keroyokan menyodorkan bukti wawancara kepada petugas. lalu petugas pergi kembali kedalam. berjam-jam lewat, setiap kira-kira 30-45 menit, petugas nongol dan memanggil hanya 3-4 orang yang paspornya sudah selesai, kemudian masuk lagi dan ngilang lagi selama 30 menit-1 jam. puluhan pengambil paspor nampak gelisah dan tidak ada petugas di loket 4 yang menampung keluhan serta pertanyaan-pertanyaan pemohon paspor. terkesan petugas menghindar dari komplain pemohon paspor. mereka hanya menjanjikan semuanya bisa beres pada hari itu juga. petugas nongol, memanggil 3-4 orang, ngilang lagi selama 30-60 menit dan seterusnya, padahal pengambil paspor puluhan orang dan menunggu (bahkan ada yang dari jam 8 pagi).

di sebelah saya ada seorang mbak-mbak, saya ajak ngobrol. saya tanya, mbak mau pergi kemana, dia mengaku seorang TKW di Arab Saudi, suami dia masih ada di sana, dan ia akan menyusul. dia sudah menunggu sejak pukul 13.00, saya lihat sudah menunjukkan pukul 15.00. perempuan itu berdomisili di daerah cipanas, dia ke kantor imigrasi bandung sendirian mengendarai sepeda motor selama 2 jam. kemudian saya tanya, mbak bikin paspor sendiri atau lewat jasa, dia bilang mengurus sendiri dan habis 600.000 (dari biaya resmi 270.000). menurutnya ada oknum petugas, yang mengatakan persyaratan dia kurang begini-begitu (saya juga tidak paham detilnya) sehingga hasrus membayar seharga 600.000. tapi dia sepertinya ikhlas dan pasrah saja. dia juga tidak mungkin pulang tanpa paspor, karena rumah yang sangat jauh akan melelahkan jika harus bolak-balik cipanas-bandung.

jam 16.00 lewat, dan proses masih saja lambat, di sela-sela kejenuhan tersebut, saya mengambil beberapa foto dengan kamera HP untuk mendokumentasikan suasana di kantor tersebut, beberapa petugas tampak tidak senang dan menegur, saya cuekin saja.

menunggu.. pukul 17.00.. masih terus menunggu.. sampai pukul 18.00..

setelah pukul 18.10, petugas loket 4 baru memanggil nama saya. dan ternyata saya berada di kloter terakhir. saya diminta fotocopy halaman utama paspor dan diserahkan kembali ke loket 4. proses selesai.

nilai untuk tahap ini 4/10

kekurangan:

-petugas tidak melayani pertanyaan/keluhan para pemohon, mereka cenderung menghindar dan masuk ke ruangan. banyak  orang-orang berpakaian sipil keluar masuk di dalam loket, membuka-buka dan mencari-cari tumpukan dokumen paspor (mungkinkah calo?), bahkan berbicara kepada petugas yang sedang bekerja. nomor antrian tidak digunakan, rupanya mereka menerima bukti wawancara baru mencari dokumen pemohon (tapi kenapa sampai memakan waktu berjam-jam?). jika melihat pengumuman di kantor imigrasi, bahwa proses Paspor MAKSIMAL 4 hari, berarti bisa diambil 1 hari, 2 hari, atau 3 hari setelah wawancara. tapi setelah 4 hari kerja pun, proses sangat lambat.

Proses panjang yang cukup menyita energi dan emosi….

About these ads

82 Responses to Membuat PASPOR di kantor Imigrasi Kelas I Bandung

  1. gunawan m. says:

    makasih mas, atas berbagi pengalamannya.
    kebetulan saya juga hendak bikin paspor di bandung dan ktp saya asal dari jepara.
    kalo boleh tau, alamat lengkapnya dimana mas.
    semoga pengalaman mas bisa jadi panduan saya nanti.

    makasih mas sebelumnya.

    oya, kalo paspor itu masa aktifnya berapa hari mas?

  2. Rick says:

    JL.Suropati 82 Pak,
    Telp 022 7275294

    Sy baru dari sana pagi ini…
    tx

  3. rachel says:

    mas saya kn mau buat passport nieh, pengen liburan aja ke malaysia, dll. saya tggl di bandung and saya kuliah ya disini, di unpad tepatnya. saya asli medan, trus mas perlu gk surat keterangan dari ortu saya yg d medan klo mau buat passport? makasih mas :)

    • briliano says:

      umur rachel berapa? udah punya KTP kan? kalau sudah punya KTP maka tidak perlu surat ijin dari orang tua, dilampirkan saja KK dan akta kelahiran sudah cukup. selamat berlibur..

  4. rachel says:

    umur saya 21 tahun mas. oya mas saya mau nanya soal fiskal nieh mas, kan saya masih kuliah mas jadi saya gk punya npwp, trus boleh gak mas klo saya pake npwp papa saya biar bebas bayar fiskal ntr pas di airport nya?karena saya kan masih tanggungan orang tua..soalnya klo gk ada npwp mahal bgt mas bayar fiskal nya 2,5 juta..mohon dibalas ya mas..makasih :)

    • briliano says:

      tentu saja “SEHARUSNYA” bisa menggunakan NPWP orang tua, dengan menunjukkan Kartu Keluarga dan Copy NPWP orang tua. tapi perlu hati-hati dan ditanyakan langsung ke pihak bandara, atau yg paham dengan fiskal, karena takutnya ada informasi yang kurang dari saya :)

  5. rachel says:

    oke deh..oya mas supaya gak bolak balik ntr pas ke kantor imigrasi nya buat passport, yg diperluin apa aja ya mas persyaratannya?fotocopy ktp, pas photo, dll berapa lembar gtu?hehee..msh ingt gk mas?

    • briliano says:

      Syarat pembuatan paspor adalah: KTP dan KK (Kartu Keluarga), Akta Kelahiran atau Ijazah, Surat rekomendasi dari atasan/institusi tempat bekerja (untuk swasta dan PNS/TNI/Polri), Surat Nikah (bagi yg sudah menikah), Surat Keterangan Pergantian Nama (Biasanya untuk WNI Keturunan).

      semua dokumen tersebut di foto copy dan bersama form permohonannya nanti diserahkan ke petugas di loket 1, menggunakan map yang di jual di kantor imigrasi.

      sedangkan dokumen aslinya dibawa saat foto dan wawancara untuk ditunjukkan kepada petugas.

  6. kiki says:

    harus pakai ijazah kah?
    soalnya ijazahny audah kebawa banjir…gmn donk?
    tq

  7. asep says:

    Kalau udah nikah perlu gak bawa Akte kelahiran,…please…

    • briliano says:

      tidak ada peraturan yg mengatakan itu. sudah nikah atau belum harus tetap ada akta kelahiran atau ijazah terakhir.

      silakan dibaca kembali artikel saya.

      thx

  8. danik says:

    P, paspor anak gmn dgr2 dah g paspor tempelan. Anak saya usianya 5 th dan biaya paspornya apa sama dg org dewasa. Thx

    • briliano says:

      sepertinya sama pak, anak usia beberapa bulan saja kalau tidak salah tetap harus pakai paspor. tapi untuk memastikan, silakan bapak hubungi imigrasi saja, takutnya informasi dari saya tidak akurat.

      terima kasih

  9. rini says:

    mas slm kenal:) mau nanya donk KK nya hrs ada yg asli y??? kebetulan rini KK nya msh d ortu d padang, rini mw bikij pasport nya d bandung, kalo ga ada yg asli pas wawancara g bisa y mas???

    • briliano says:

      dokumen asli hanya akan ditunjukkan pada saat wawancara. sebaiknya KK asli dikirim dari padang, dengan paket kilat semacam T*ki JN* sehari juga sampai kok ke bandung. (cuma saran sih)

      salam kenal juga

  10. wiwin eviany says:

    ehm. . . jadi serem gini mau buat passpor,,terima kasih pa…dengan tulisan bapak ini saya jadi bisa nyiapin mental dulu sebelum buat passpor,,hari ini saya mau ke kantor imigrasi kelas 1 bandung untuk membuat passpor.. mungkin baru datang jam 11 siang… uwalah. . . pasti udah panjang antrian nya….bismillah. . . siapin mental labih banyak lagi. . . hehehehe

  11. Enno DR says:

    Tanggal 20 Juli 2010 saya akan pergi ke Singapore, ada bisnis kecil-kecilan dari teman kerja dulu, tapi setelah membaca pengalaman Mas diatas… jadi Bingung nih.

    1. Prosesnya yang memakan waktu berhari-hari, ga kaya bikin SIM, paling lama 2 jam. Kalo bisa… bikin paspor paling lama 1 hari. :D

    2. Karena sudah lama hidup (30tahun) dan tidak pernah menggunakan ijazah untuk bekerja, Ijazah dan Surat Kena Lahir saya tidak diketahui keberadaanya, males nyarinya. perasaan akte kelahiran waktu itu belum ada deh, saya tidak melihat dokumen tersebut semenjak saya menikah dan menempati rumah sendiri.

    3. Postingan diatas menjelaskan bahwa penilaian terburuk terdapat di Antrian, Pembayaran dan Klaim.

    Mungkin kondisi seperti ini yang mendorong seseorang untuk berbuat Suap.
    Jika bisa… saya berani bayar lebih 50rb dari harga standar jika bisa selesai dalam waktu yang cepat tanpa harus menunggu lama dan merasa cemas.

    Yah… kekecilan dong suapnya hehe….

    Nuhun Kang.. postingannya sangat membantu.

    • briliano says:

      dengar-dengar kalau lewat biro jasa tarifnya sekitar 500.000.
      tapi ya seperti itulah kenyataannya, dengan keadaan yang seperti itupun menurut saya Kantor Imigrasi kelas I bandung masih lebih baik dari Kantor Imigrasi kelas I semarang.

      wah saya kurang bisa memastikan, apakah bisa tanpa ijazah/surat lahir, bisa dicoba kalau ingin .

      sukses untuk bisnisnya,
      briliant

  12. Chica says:

    Terima Kasih banyak Mas infonya sangat bermanfaat, besok saya baru mau ke Surapati bikin paspor buat anak saya yang masih 2 bulan usianya, hee.

  13. renata says:

    mas saya mau tanya,saya ada rencana mau menikah dan bekerja di australia(blum dpat lowongan) dan saya mau berangkat kesana,bgaimana persyartannya ya?maksudnya bisakah hanya menggunakan ktp,kk,ijazah atau akta kelahiran dan surat invitation dari calon suami?
    thx…need urgently

    • briliano says:

      persyaratan untuk paspor bisa dibaca lagi artikel di atas :)

      kalau untuk visa, saya kurang tahu mbak, bisa tanya ke imigrasi atau dubes australia.

  14. wang says:

    Mas, sy kan wiraswasta tp kalo persyaratan kayak KK KTP n Akte siap. Bisa maju kan tentunya, walaupun sya belum akan k luar negeri dalam waktu dekat ini. Paling cepat Januari 2011 ke Australia. Mohon pencerahannya, terima kasih banyak mas.

  15. cindy says:

    pak, sy kan org asal lampung, KTP lampung, tapi mau bikin paspor di bandung. bisa gak pak ?
    klo pake calo brp harga nya pak ?
    hari pertama kira2 brp lama prosesnya ?
    hari kedua ?
    hari ketiga ?
    terima kasih.

    • briliano says:

      dear cindy,

      silakan dibaca kembali dengan cermat artikel di atas, semua pertanyaan anda sudah terjawab di sana.

      terima kasih.

  16. jontra says:

    mas,saya mau kemalaysia,ngantar ibu berobat,KTP medan,krn kuliah diyogya jd mau ngurus paspor di yogya.krn sya blm bekerja,mengurus pasfor tdk harus pakai NPWP kan???

  17. ney says:

    klo bikin passpor yang sejam jadi atau sehari jadi bisa ga??
    n biasanya biayanya berapa??

  18. beny says:

    mas mw tanya..kalo nama di akte beda dikit sama di ktp masalah g?nama di ktp beni d akte benny

  19. ariesnawati says:

    sebelumnya terima kasih utk sharingnya…

    Saya mau buat passpor untuk mama saya. Beliau sdh umur 64thn. Nah, beliau tidak punya Akte/Surat Kenal lahir, krn 64thn yg lalu di sumatra gak ada bikin akte2 lahir…ijazah terakhir pun tak punya krn beliau tidak pernah sekolah…bagaimana ya mas?

  20. mariska says:

    saya mau ngurus di kantor imigrasi jakarta timur, cuma akte saya gak tau keselip dmn..jd blm ketemu dan baru mau diurus skrg, apa bisa klo gak pake akte…

    klo saya buka persyaratan web imigrasi sih persyaratannya bisa akte kelahiran dan atau ijazah,,,

    takut gak bisa nih :(

  21. ahmad jaenudin says:

    mau tanya mas,kalau tidak ada akte kelahiran, harus pake apa mas, karena kaka saya lahir tahun 50han, mau umroh, sedangkan fihak agent tidak mengurus itu dokument….

  22. ika puji says:

    mas,aku mau ngurus cepat,
    lha aku kuliah di jakarta,tapi g punya surat keterangan domisli atau ktp jakarta,ktp ku masih asli pontianak,
    bisa g aku ngurus pembuatan paspor jakarta??syaratnya ud lengkap,,KTP+fotokopinya,KK+fotokopinya,akte lahir+fotokopinya..
    ad yang kurang g mas??
    kemungkinan senin tgl 10 januari ni aku lgsg mau pergi ke kantor imigrasi jakarta barat,..
    mohon pencerahannya y mas,
    takutnya aku dikira pendatang gelap..

  23. vian says:

    salam kenal pak!!!
    saya rencana juga ingin buat passport di bandung kebetulan saya sedang kuliah di bandung.
    sebelum sya kesana ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan:
    1. kalo misalkan kita datang kesana (untuk pembayaran dan sesi foto, wawancara, serta pengambilan passport), bukan pada waktu/hari yang ditentukan oleh kantor imigrasi bisa gak pak???*

    • briliano@gmail.com says:

      Ya bisa aja asal setelah hari yang ditentukan (jangan sebelumnya)..
      Gak perlu surat ket meniinggal kok.

      • vian says:

        maksih pak!!!
        oiya mau nanya lagi nih.
        di websitenya imigrasi kok ada permohonan passport online gitu ya. itu bedanya sama yang biasa apa??trims

  24. vian says:

    tambahan pak!!
    kalo kepala keluarga sudah meninggal. apa perlu membawa surat keterangan kematian ybs??thx

  25. sutrisno@multireka.com says:

    Pak,

    Sy berencana memperpanjang paspor anak sy yg akan berakhir 14 Maret 2011, mohon di berikan no telp bpk untuk menanyakan persyaratan dan lain2 nya

    Terima kasih
    Sutrisno

  26. yudianta says:

    Mas. Paspor saya dibikin di Tanjung Priok, Jakut.
    Sudah mau habis. Bisa enggak kalau mau diperbaruhi di Bandung.
    Domisili saya di Bandung. Terima kasih.

  27. pri says:

    klo dokumen cm potokopi aja gmn..,yg asli tinggal d rumah.,sy asli palembang dan tinggal d bandung..,sy mahasiswa, utk surat keterangannyanya gmn..,trima kasih

  28. Marllen Sutisna says:

    Salam Mas ,… Untuk buat passport di Bandung itu dimana sih alamatnya?
    Terimakasih ya Mas ,…

  29. andri says:

    mas maaf nih mau bertanya banyak,
    1. saya sudah menikah, tp ktp saya masih single( krn proses nya lama mau ganti ktp, harus ganti kk dl jg), tp saya lampirkan buku nikah saya jg, apakah jd masalah?
    2. saya mau membuat paspor untuk 4 org, saya, ortu 2 n adik, oleh saya sendiri, apakah bisa? klo wawancara insyaallah mrk pasti ikut dtng jg, klo pas daftar apakah bisa? diwakilkan saya sndrii?
    3. ortu saya akte kelahirannya hilang, jd saya ganti pake buku nikah apakah bisa??
    trimakasih banyak nih mas, maaf merepotkan? hehe

  30. ratnalumut says:

    Haha, saya mengurus passport Samarinda lewat calo. Mau liburan ke Singapore. Calo dikenalkan teman, bayar 700 ribu. Hanya memebrikan berkas dia yang urus. Datang tinggal wawancara. Lalu passport dikirim lewat pos. Hehe untung calonya baik (Chinese). Jadi deh passport dan pengalaman backpacking ke Malay and Singapore Juni lalu sunggung mengesankan. Adikku nih yang mau kusuruh buat paspor Bandung (dia tinggal di Cimahi). Mau kuajak jalan-jalan lagi (soalnya lagi nganggur baru resign kerja.Bosen kerja seperti robot). By the way, thanks for the information….

  31. Abu Fachry says:

    Pengalamannya saya kira cukup berguna buat mereka yang hendak pergi membuat paspor, kalau boleh tahu biro jasa yang bisa bantu saya bikin paspor di Bandung,kebetulan saya juga mau bikin paspor,,,,,,,,,,,,trims sebelumnya

  32. Kim Hye Sa says:

    ITULAH INDONESIA. satu satunya negara di dunia yang paling ribet dan menyusahkan rakyat dalam brurusan dg instansi pemerintahan, kecuali KBRI Kuala lumpur yang memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat nya seperti negeri tetangga nya, “Renew Passport tidak sampai 2 jam selesai”

  33. ismail farozi says:

    alhamdulillah akhir’y ada jg yg bikin blog seprti ini… klo bikin pasport a/n pribadi bkn dr kalangan pejabat/instansi berarti ga perlu surat rekomendasi kan mas???

  34. devy says:

    Makasih mas atas share nya, och ya sya mau bikin paspor klo melalui biro jasa bagaimana prosesnya, kapan sya hrus mengisi formulir pembuatan paspor dan berapa hari klo d urus melalui biro jasa, terimakasih.

  35. Tofik says:

    Makasih mas infonya. oia saya mau nanya nih, kalo ga pake surat rekomondasi dari atasan bisa ga yah? soalnya masi kuliah neeh.
    desember ini mau ke singapure.
    mohon di jawab yah

  36. Pingback: jasa seo|seo murah|jasa seo surabaya

  37. Daniel Siswanto says:

    Kalau saya sudah punya paspor yang dibuat di solo, tapi mau perpanjang paspornya di bandung bisa ga ya? Apakah proses nya sama seperti membuat paspor baru ? thx

  38. Agung Raharjo says:

    Kebetulan saya barusan selesai ngurus paspor di Bandung. Dari pelayanan yang kurang profesional maka saya coba searching di internet tentang keluhan, ternyata ketemu blog ini.

    Pelayanan sekarang tambah parah. Saya datang jam 7.15 untuk mengambil antrian memasukkan formulir permohonan, ternyata nomor antrian saya sudah 242 sedangkan antrian dibatasi sampai 250 orang. Anehnya nomor antrian tidak diambil dari mesin nomor antrian tetapi sudah dibawa oleh petugas. Para biro jasa/calo secara terang-terangan hilir mudik membawa setumpuk map dan mendapat pelayanan khusus dari petugas, bahkan ada yang dengan bebasnya keluar masuk wilayah yang sebenarnya hanya khusus untuk pegawai kantor imigrasi. Dari pemohon lainnya saya dapat info bahkan dia sudah datang 3 x tapi selalu kehabisan jatah nomor antrian, padahal dia datang sekitar pukul 9. Sangat diragukan apakah para biro jasa/calo yang baru muncul belakangan juga harus antri untuk mengambil nomor antri seperti itu dan apakah mereka sudah mendapatkan jatah nomor antrian khusus?

    Pembayaran, pengambilan foto dan sidik jari serta wawancara sepertinya lebih teratur, saya datang jam 8 dan nomor antriannya ternyata sudah 180.

    Yang paling parah yaitu pengambilan paspor. Jadwal pengambilan paspor dari jam 13 sd 16. Saya mengalami hal yang mirip dengan yang bapak alami. Pada tahap ini ada nomor antriannya, tapi sepertinya nomor antrian tersebut tidak ada fungsinya sama sekali. Yang saya alami yaitu nomor antrian yang datang setelah saya banyak yang dilayanani terlebih dahulu dan paspor langsung dapat diserahterimakan kurang dari 5 menit. Sedangkan saya, mereka berdalih sedang dalam proses scanning tanda tangan (padahal saya datang pk 14.30). Entah berapa lama sebenarnya waktu yang diperlukan untuk scanning tanda-tangan tsb, yang jelas setelah 2 jam menunggu dan itupun setelah saya komplain dengan nada tinggi terhadap standar pelayanan mereka, maka paspor saya baru selesai. Padahal standar mereka dari wawancara sampai pengambilan paspor memerlukan waktu 3 hari, sedangkan saya diberi waktu 4 hari itupun ketika mau mengambil paspornya mereka masih berdalih sedang scanning tanda-tangan. Ada beberapa orang yang mengalami nasib yang hampir sama dengan diri saya pada saat itu.

    Yang jadi pertanyaan saya adalah kenapa bisa terjadi hal seperti itu padahal merekapun sudah menetapkan batas jumlah pelayanan maksimal per harinya dan hal itu sudah menjadi pekerjaan mereka sehari-harinya. Apakah ada peran biro-jasa/calo dalam hal ini?

    Saran saya bagi yang mau mengurus sendiri pembuatan paspor di Bandung agar datang pagi-pagi sekali untuk mengambil nomor antriannya biar tidak kehabisan nomor antriannya dan jangan segan-segan mengajukan komplain jika mendapat perlakuan yang tidak adil dalam pelayanan.

    Kompalin resmi saya sudah saya sampaikan kepada mereka lewat layanan pengaduan di website kantor imigrasi bandung dengan rician kejadian yang lebih detail.

    • kebetulan neh A saya tuh nanti tanggal 23 mau liburan ke Malaysia di ajak teman, saya pengangguran dan Ijasah juga tamatan SD. Apakah saya bisa bikin paspor dengan KTP , KK ,, AKTE DAN IJAZAH SD. ??

      Terus biaya nya berapa kalo bikin paspor di bandung itu ??
      Trimakasih A. Mohon di balas ya…..

  39. Lintang DF says:

    lagi browsing2 ttg pengurusan paspor online, eh “nyasar” ke blog ini.. :)
    apa kabar ian? :)

  40. Dadi RS says:

    info yang bagus,mo nanya nih..kalau pas pendaftaran permohonan pembuatan paspor apakah bisa diwakilkan atau tidak..soalnya yang mo bikin paspor lagi di luar kota…trims yah…

  41. maung bandung says:

    kondisi ini saya alami sendiri ketika memperpanjang paspor yang kebetulan masa kadaluarsanya masih lebih dari 6 bulan dan saya harus berangkat ke negara yang meminta paspor saya valid sekitar 6-1 tahun sebelum kadaluarsa tapi karena pada saat aply visa tersebut paspor saya sudah mencapai hampir 6 bulan expire jadi suapya aman saya diminta memperpanjang secepatnya, dan menurut petugas permohonan saya tidak akan dikabulkan kalau masih memiliki paspor dengan kadaluarsa lebih dari 6 bulan, petugas menawarkan solusi untuk membayar Rp 1jt (paspor diuruskan samapi selesai dan msalah waktu kadaluarsa tidak dipermasalahkan) karena saya nggak mau ribet dan memang lagi kepepet harus secfepatnya paspor itu selesai dan dikirim ke perusahaan, maka saya iyakan saja…. banyak sekali ini itu yang memang dibuat-buat agar kita mengeluarkan uang lebih…. dasar kantor imigrasi bandung banyak yang korup walaupun banyak poster dan baligo tentan itu tapi mapia tetap ada terselubung…

  42. syaipul says:

    pak klo boleh tahu, bs gk bpk sebutkan salah satu nama pegawai imigrasi yg pola kerjanya seperti calo ntar kan bs dilaporkan ke pimpinannya, krn kasian pr pemohonnya…

  43. Anonymous says:

    Saya sudah punya passport yang dikeluarkan oleh imigrasi batam, mau diperpanjang di Bandung bisa gak ya

  44. baby says:

    Hi, aku mo nanya nich klo buat pasport tanpa akte kelahiran bisa gak yah ? bisa gak di ganti ma lainnya gitu

  45. dika says:

    Tinggal di bandung,mau bikin paspor. Gimana caranya supaya ga kejebak sama yg namanya calo? Security di kantor imigrasinya bisa qualified untuk ditanya harus kemana2 ngurus ini itunya ga? Kalo di bank kan rata2 helpful. Jadi parno kejebak sama calo deh.

  46. dika says:

    Tinggal di bandung,mau bikin paspor. Gimana caranya supaya ga kejebak sama yg namanya calo? Security di kantor imigrasinya bisa qualified untuk ditanya harus kemana2 ngurus ini itunya ga? Kalo di bank kan rata2 helpful. Jadi parno kejebak sama calo deh. Tq infonya

  47. nani says:

    Jadi pasport onlinenya lom online ya

  48. heni says:

    Hi Mas salam kenal ya! nama saya Heni saya asli orang bandung,kebetulan saya mampir di blog ini,mau tanya nih sedikit boleh kan?,calon suami saya datang dari mauritius seminggu yang lalu untuk menikahi saya sayangnya dokumen saya belum lengkap makanya kami belum bisa meresmikan pernikahan ini berhubung passport saya sudah mau expired dalam 6 bulan saya hanya dikasih waktu sebulan untuk ngurusin semua paperwork, saya mau tanya kira2 berapa lama pembuatan passpor baru dan berapa total yang harus saa\ya bayar karena saya tidak mau tertipu oleh calo.?
    terus kalau mau bikin visa ada gak yg didaerah bandung sekitarnya? kalau ada minta alamatnya dong!!! makasih ya mas,,

  49. heni says:

    oke deh mas,thank’s untuk informasinya ya…

  50. rafi says:

    maaf mas numpang tanya nih,saya kan mau bikin paspor tapi penulisan nama ayah kandung saya itu berbeda penulisannya di kartu keluarga dengan di akte lahir (yang benar itu di akte),gimana mas kira-kira saya harus pake persaratan pendukung laennya?

  51. Anonymous says:

    saya di tansui apa syarat bikin paspor dn gmn caranya dokumen apa saja yg di perlukan

  52. Nurul Hanifah says:

    Mohon bantuannya bagi yg pernah akses situs imigrasi bandung (bandung.imigrasi.go.id) untuk membuat paspor atau visa online atau hanya sekedar untuk mencari informasi untuk dapat mengisi kuisioner ini https://docs.google.com/forms/d/1k6Tqas1cnWxN1DNnMh2bVyezs40REDwTIn-JIA5c7JM/viewform . Bantuannya sangat berharga, semoga Allah memberikan pahala. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: