Jadi Seneng Kopi Lagi

Dulu sempat seneng banget sama kopi, terutama jaman kuliah jaman banyak tugas dan doyan melek malam. Setelah masa itu lewat, kopi mulai terlupakan dari menu kesukaanku.

entah kenapa sekarang jadi tertarik lagi dengan kopi, minuman yang khas ini. Kopi merupakan minuman yang bahan utamanya adalah biji dari tanaman dalam genus coffea. Genus coffea ini memiliki sekitar 100 species (tingkat di paling bawah dalam dunia tumbuhan), dan diantara spesies-spesies tersebut, hanya dua spesies yang bias dijadikan bahan minuman kopi, yaitu spesies Robusta dan Arabica. Kopi Robusta memiliki cirri dengan rasa yang pahit dan asam, dan lebih tangguh ditanam di daerah yang kopi Arabika tak mampu tumbuh. Jenis kopi Arabika yang paling terkenal adalah yang didatangkan dari daerah mocha, sebuah daerah di Yaman yang rasanya cukup khas dan serasa ada rasa cokelat di dalamnya.

Kopi digunakan sebagai minuman, pertama kali digunakan pada abad 9 di dataran tinggi Ethiopia untuk kepentingan pengobatan. Kemudian berkembang di daerah afrika, dan setelah afrika di jajah, maka kopi menyebar ke seluruh dunia.

luwak

Di Indonesia, terdapat komoditas kopi paling mahal di dunia, yang dihasilkan dari spesies Robusta, yang sering disebut Kopi cap tugu Luwak (cap tugunya dicoret lho ya). Di inggris menurut sumber kompas.com, secangkir kopi luwak jika dikurs dalam rupiah dihargai hingga satu juta rupiah.

Mengapa kopi luwak sangat mahal? Karena biji kopi luwak merupakan biji kopi pilihan yang diseleksi secara alami dengan bantuan luwak (musang bhs jawa.red). Musang atau nama ilmiahnya Paradoxurus hermaphrodites, memiliki system pencernaan yang sederhana, sehingga tidak mampu mencerna biji-bijian, dan dia selalu  memilih buah2an (termasuk kopi) yang benar-benar matang. Ketika luwak ini mengkonsumsi kopi biji-bijinya tidak tercerna, sehingga dikeluarkan kembali bersama kotorannya, dan kopi yang keluar dari kotoran luwak itulah jenis biji kopi pilihan yang amat mahal dengan rasa pilihan. Diduga enzim tertentu dalam sistem pencernaan luwak mempengaruhi ke khasan rasa yang luar biasa.

Selain kualitas biji kopi, rasa yang dihasilkan juga dihasikan dari kualitas penggorengannya (roasting). Variasi metode penggorengan akan menghasilkan variasi rasa dan warna kopi pula. Menurut sumber kopiluwakindonesia.com metode pengggorengan kopi dikategorikan sebagai berikut:

-       Light Roast            Cokelat kekuningan, rasa asam yang kuat, aroma tidak kuat. Sedikit bau kopi mentah
-       Cinnamon Roast Ala Amerika. Sedikit asam. Warna Cinnamon (kayu manis)
-       Medium Roast     Memiliki karakteristik asam dan aroma manis. Berwarna seperti kacang. Ala Amerika
-       High Roast            Rasa pahit lebih terasa dibanding asam. Cocok untuk es kopi.
-       City Roast              Standar aroma dan rasa yang seimbang. Ala Kota New York
-       Full City Roast    Rasa pahit sedikit lebih terasa dari pada asam. Cocok untuk es kopi
-       French Roast       Lebih pahit. Rasa unik yang kaya. Ala Eropa. Cocok untuk es kopi
-       Italian Roast        Pahit dan aroma kuat tetapi tidak asam. Warna mendekati hitam. Cocok untuk Espresso maupun cappuccino

Di Indonesia selera para penikmat kopi biasanya kopi yang digoreng sampai hitam legam dan pahit.

Penyajian kopi sendiri ada beberapa macam yang sudah diketahui. Seperti coffee latte merupakan kopi yang dicampur dengan susu (mungkin nama indonesianya cukup kopi susu), komposisinya sepertiga air kopi dan dua pertiga susu segar, namun masalah komposisi, tergantung dari selera para penikmatnya.

Atau jenis lain adalah cappuccino yaitu coffee latte yang ditambahkan busa susu, minuman ini dipopulerkan para penikmat kopi di italia.

Sedangkan mochacinno merupakan kopi yang disajikan seperti cappuccino namun bahan kopinya spesifik jenis kopi arabika mocha yang rasanya seperti ada rasa cokelat.

Penyajian lain yang cukup unik adalah Alpuccino, jus alpukat yang dicampur kopi, rasanya cukup khas antara rasa alpukat dan aroma khas kopi.

Lalu bagaimana kopi kesukaan saya? Hehehe.. saya mendapat resep ini dari om. Dengan bahan utama adalah kopi tubruk, kopi murni tradisional robusta Indonesia, dahulu pertama kali dengan kopi dari daerah temanggung (pas jaman KKN, saya membeli kopi produksi penduduk setempat). Satu cendok kopi tubruk, dua cendok bubuk cokelat, dan dua cendok gula, dan diseduh dengan air panas yang mendidih, jadilah kopi nikmat yang luar biasa. Bagi penikmat sejati kopi katanya “sruputan pertama” pada waktu panas cobalah tanpa gula, kemudian barulah ditambahkan gula sesuai selera, maka rasa khas kopi sruputan awal tadi tak akan lekang dihapus gula.

Ada satu penyajian kopi lagi yang unik yang pernah saya nikmati di daerah jogja. Di dekat stasiun tuju sewaktu malam, ada penjual warung-warung kopi emperan yang menjual kopi joss.

Kopi joss bukan kopi yang dicampur minuman Extr* Joss. Melainkan kopi yang setelah diseduh dicelupkan arang api yang membara. Konon bara api yang membakar cairan kopi tersebut mampu mengurangi kafein namun membuat rasa kopinya tambah beraroma.

Kalau film cintapuccinno sudah nonton? (loh… @#%^$)

Brilliant

Referensi:

http://waroengcoffee.blogspot.com

http://www.kopiluwakindonesia.com

http://id.wikipedia.org/wiki/

2 Responses to “Jadi Seneng Kopi Lagi”

  1. zani_tmg@yahoo.com Says:

    pengemar kopi ya,salam kenal ,.. saya berencana jualan kopi khusus dari temanggung,kira-kira harga yang bisa di jangkau masyarakat per ons nya

    • kalau harga saya kurang begitu paham, tahun 2005 awal wkt KKN, saya membeli kopi murni di dusun kedolon, sambiroto, temanggung. harga ’salam tempel’ 10rb utk 1/2 kg.

Leave a Reply