Tujuan Hidup
kayanya mulai deh nulis yang agak-agak mellow kembali yang ada hubungannya sama hidup. minggu kemarin seorang saudara bertanya,
“apa sih yang kamu merasa kurang dalam hidupmu?”
apa ya… ? aku juga bingung menjawabnya, udah lama gak mikirin yang reflektif kaya gitu, mungkin juga yang bertanya ingin sekedar membandingkan dengan apa yang sedang dipikirkan.
semalaman aku terngiang dengan pertanyaan yang tak terjawab itu, jujur kalau dijawab yg kurang apa tentu masih banyak. belum punya istri, belum punya rumah, masih pengen nerusin sekolah, ini itu dan lain.. lain.. dan kelihatannya lebih banyak unsur materi deh ujung-ujungnya kalau explore terus jawabannya.
memang seh, orang hidup katanya harus punya tujuan, dan tujuannya pasti beda-beda tiap orang, namun bila dirangkum semuanya mengarah ke suatu titik tujuan hidup, yaitu KEBAHAGIAAN.
iya dong, orang hidup pasti pengen bahagia, apapun bentuk dan caranya pasti semua orang ingin bahagia. orang menjadi marah, anarkis, dll juga karena ada yang bertentangan dengan kebahagiaan orang yang bersangkutan kan.
tapi.. apa sih macam-macam tujuan hidup orang? apa sih ukuran kebahagiaan yang dicari orang?

1. Materi
diakui atau tidak hidup itu butuh materi, meski materi (baca:duit) bukan yang utama dalam hidup, tapi untuk mencukupi kebutuhan orang tentu butuh duit. dan ini adalah pandangan masyarakat secara umum, bahwa pola hidup, tingkat kebahagiaan orang itu diukur dari seberapa banyak materi yang bisa dikumpulkan orang tersebut. tak heran dalam dunia ekonomi ada tingkat kemiskinan, ada penghasilan domestik bruto dsb. semuanya diukur dengan batasan-batasan angka materi.cara mewujudkannya sih macam-macam ada yang baik dan ada yang tidak baik. orang berprofesi sebagai copet, penipu, jambret dsb, kan ujung2nya mengumpulkan materi juga. menurut hukum ekonomi sih, kebutuhan manusia tak terbatas, artinya sekaya apapun seseorang, kebutuhan dia akan terus meningkat sampai tak terbatas. jadi akankah kebahagiaan seseorang benar jika diukur berdasar materi saja? silakan dijawab dalam hati saja.
2. Kedudukan/Pangkat/Jabatan/Kehormatan
parameter kedua memang lagi trend, apalagi menjelang pemilu 2009 seperti sekarang ini. untuk parameter ini, orang-orang ada yang memilih jalur politik, tapi dalam benakku bukan hanya orang politik saja, karyawan-karyawan pun pasti ingin jenjang karir mereka menanjak, dan itu ditandai dengan sebuah kedudukan, seberapa strategis posisinya dia, seberapa banyak anak buahnya. untuk tujuan yang satu ini, tentu diperlukan mental yang tahan goncang, dan kemampuan memimpin yang bagus. tapi kan tidak semua orang punya skill leadership? lalu apa orang yang tidak punya leadership gak bisa bahagia? sekali lagi jawab saja di dalam hati, sebelum masuk ke parameter berikutnya.
3. Rohaniah
kalau melihat seorang biarawan, ataupun rohaniwan, yang hidup dalam lingkungan tertentu, parameter inilah yang menjadi ukuran kebahagiaan bagi mereka. seorang bikshu yang hidup dalam wihara sehari-hari berdoa dan hidup sederhana, seorang biarawan di pertapaan, dan rohaniwan/wati lainnya, bukan materi ataupun kedudukan yang menjadi tujuan hidup mereka, mereka cukup hidup di jalan kebenaran mendekatkan diri dengan Yang Kuasa. dan aku yakin mereka bisa bahagia dengan pilihan hidup mereka.
4. Pengabdian
Di keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, para abdi dalem, mengabdikan hidupnya untuk Keraton pada umumnya dan untuk Sri Sultan pada khususnya. gaji mereka tak seberapa, kedudukan mereka juga tidak strategis, namun semangat pengabdian menjadi pilihan hidup. Seorang guru mungkin juga banyak masuk kategori ini, tapi guru yang bener doang aja, bukan guru yang menjual buku dengan ilegal kepada muridnya. guru bantu, guru honorer, guru di daerah tertinggal tujuan hidup mereka termasuk kategori ini. contoh lain adalah para perawat, tenaga PMI, dan petugas sosial-kemanusiaan, tentara (mengabdi kepada negara), dsb.
5. Akademis
Percaya atau tidak, banyak loh orang yang menjadikan akademis sebagai tujuan hidup. mungkin orang kategori ini menjalankan pepatah hidup adalah belajar. banyak sekali profesor, Doktor, atau orang dengan tingkat akademis yang sangat mapan, namun kehidupan ekonominya biasa saja, kedudukannya juga biasa saja. namun dia selalu antusias untuk belajar dan belajar, mencapai pendidikan yang lebih tinggi bahkan sampai post doktoral.
itu juga pilihan hidup loh, dan aku yakin mereka juga bahagia dengan pilihan hidupnya.
6. Popularitas
lepas dari popularitas adalah jalan tol untuk mengumpulkan materi atau tidak, namun dengan maraknya media saat ini, banyak orang yang tujuan hidupnya ingin populer/terkenal. acara audisi2an, artis2 orbitan, dan semua hal yang mampu mendongkrak popularitas menjadi hal yang amat diminati. ya.. analisa lebih lanjut ya bisa diperhatikan lebih detail di infotainment saja.. hehe..
7. Kepuasan Pribadi
kategori ini mungkin tidak spesifik masuk kategori apapun, seniman yang puas dengan karya seninya entah bernilai ekonomis atau tidak, seorang yang memiliki prinsip2 hidup yang tidak masuk kategori apapun di atas, seperti contoh cerita nelayan yang puas.
nah sekarang apa tujuan dan pilihan hidup kita?


August 4, 2008 at 1:30 pm
kalo tujuan idupnya mbahagiain oRtu ma maSuk sUrGa, masuk kaTegoRi yG mana Yap??^^…2 itu aja dah guee…seleBihnya cuMaN seMenTaRa !
August 10, 2008 at 12:35 pm
mas…tujuan hidupku kok gak terdefinisi di situ??ehm tau donk apa??? ingin….bersama…
August 10, 2008 at 12:38 pm
tebak dong sayaaaaaang….
August 10, 2008 at 12:39 pm
aaah lama niii… apa tebakannya????
August 10, 2008 at 12:40 pm
hhmmm….. kok tau sssiiicch… pinter dech.mmuuacch
August 11, 2008 at 9:12 am
@ agnes
=x
September 5, 2008 at 3:03 pm
Baca aja di ‘Purpose Driven Life’ bagus lho..