Kebesaran Hati Nelson Mandela
Nelson lahir di Transkei, Afrika Selatan pada 18 July 1918 dengan nama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela. Ayahnya seorang Penasehat Pengadilan Tinggi Thembuland. Setelah kematian sang ayah, Nelson Mandela menempati posisi sang ayah. Ia diharapkan memangku jabatan yang lebih tinggi lagi, tetapi karena kasus-kasus yang terjadi seringkali berlatarbelakang politik Apartheid, ia lalu memastikan diri menjadi seorang pengacara. Mandela memimpikan memberikan sumbangan menciptakan kebebasan bagi orang-orang kulit hitam. Mandela merasakan kepedihan dan kekejaman politik Apartheid, ketidakadilan ini mengerakkan hatinya untuk menekuni bidang politik dan hukum.
Nelson Mandela mengikuti African National Congress (ANC) dari tahun 1942.
Karena kegiatannya yang antiapartheid, ia menjalani berbagai masa hukuman. Pada 5 Agustus 1962, Mandela ditangkap dan dipenjarakan di Johannesburg Fort kemudian pada 25 Oktober 1962, ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan pada 12 Juni 1964, ia dan sekelompok aktivis lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Setelah menolak pembebasan bersyarat dengan menghentikan perjuangan bersenjata pada Februari 1985, Mandela tinggal di penjara sampai 27 tahun lamanya.
Selama di dalam penjara banyak kisah yang sangat mengharukan dan menginspirasi sebuah kekuatan dan kebesaran hati seorang manusia tangguh. di dalam penjara, nelson mandela pernah digantung dengan kepala terbalik, kemudian kepalanya dikencingi dan diludahi oleh sipir penjara berkulit putih.
Hal yang paling disesali oleh Mandela, setelah ia dibebaskan dari penjara Robben Island pada 11 Februari 1990 adalah, ia lupa berpamitan dengan sipir penjara yang sering melecehkannya.
Nelson dibebaskan dari penjara pada usia 71 tahun. Mandela kembali ke arena politik dengan membawa harapan perubahan mendasar bidang sosial politik di Afrika Selatan. Pada tahun 1994 ia terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan dalam pemilihan yang pertama kali untuk semua ras pada usia 75 tahun.Dan yang paling mengharukan, dalam acara pelantikannya menjadi presiden, ia mengundang sipir penjara sebagai tamu kehormatan. Dalam kesempatan itu Mandela menyalaminya dan berkata “Terima kasih, perlakuan Anda beberapa tahun silam telah menguatkan saya untuk memenangkan perjuangan ini.”
Sang sipir hanya bisa menangis penuh haru dan sesal.
mampukah kita memiliki kebesaran hati seperti itu?
referensi:
July 23, 2008 at 1:15 pm
gue juga pernah tuuu ngalamin, mkanya gue mo ngucapin “Terima kasih, perlakuan Anda beberapa tahun silam telah menguatkan saya untuk memenangkan perjuangan ini.”hauahauha…..”hati besaR = permaTa”yg kdu dijaGa!
July 23, 2008 at 1:23 pm
benaR2 luaR biaSa !!! “kerendahan yg berimbas jadi kebesaran”great attitude
July 24, 2008 at 8:02 am
@phia
wah.. kamu meneladani semangat nelson mandela..
selamat ya..