Doa Seorang Peminta

Di sebuah warung tenda, ada empat orang duduk disebuah meja secara berhadapan. mereka tak saling kenal, dan sedang makan malam di warung itu dengan menu makanan khas sunda. memang di deretan warung tenda kaki lima di daerah itu tampak selalu ramai orang lalu lalang. enath orang yang mencari makan malam, orang yang sibuk dari pasar, angkot2 yang mencari penumpang, mobil2 pribadi yang berhenti di traffic light, juga para pencari rejeki entah dengan mencoba menghibur dengan mendendangkan lagu, ataupun sekedar membuka telapak tangan dengan penampilan yang membuat iba.

begitu asyik makan di tempat itu, apalagi menu dengan lalapan, lebih enak lagi makan langsung menggunakan tangan tanpa sendok ataupun garpu. tak lama kemudian mampir dua orang pengamen yang menghibur dengan sebuah lagu pop, selang beberapa menit datang lagi pengamen yang lain lagi dengan lagu yang berbeda, sampai beberapa kali. dan akhirnya datang seorang ibu setengah baya, dengan sebuah bungkusan dalam gendongannya, dia mengharap belas kasihan dari para pengunjung di warung tersebut. salah seorang diantarnya memberikan sekeping rupiah, dan ibu itu mengucapkan terimakasih, memberikan petuah, pesan bahkan doa untuk seorang yang memberikan uang kepadanya.

dia hampir saja pergi beranjak. namun tiba-tiba dia kembali ke meja itu dan berdoa kembali dalam bahasa sunda.

bukan .. bukan doa syukur.. dia mendoakan orang yang tidak memberinya uang agar terkena kutukan dengan ditabrak mobil. Aku terhenyak mendengarnya. memang aku tak dapat mengutip ucapan ibu tersebut dalam bahasa sunda, namun aku mengerti apa maksud ucapannya.

Ya Tuhan. betapa kerdil manusia. betapa mahal harga ketulusan untuk mendoakan. apakah sebuah keselamatan hanya dilnilai dengan 500 perak, dan jika tidak berarti malapetaka.

Ah… seorang yang diibakan ternyata munafik.

3 Responses to “Doa Seorang Peminta”

  1. sebegitunyakah?

  2. mangkanya gak usah kasih aja sekalian.. Ak paling sebel ama orang kayak gitu.. gak mau kerja, minta gak dikasih malah nyumpahin..

  3. daunkering Says:

    Jahat banget tuh orang. ga di kasih ko’ malah nyumpain orang segala. ketabrak mobil lagi. mending nyumpahin yang baik2 aja. seperti “mudah2han yang ga ngasih di bukain pintu hatinya supaya berbelas kasih kepada orang yang membutuhkan/kekurangan”.

Leave a Reply