Perubahan Paradigma Organisasi

Dunia memang dinamis, dan terus dinamis. jaman, masa, trend, ekonomi, politik, semuanya terus berdinamika dalam kehidupan termasuk juga dunia usaha. Hampir semua orang mengatakan “saat ini jamannya jaman susah, apa-apa mahal, cari kerja susah, dsb.. dsb..”

Dalam paradigma lama dunia usaha, akan sangat menguntungkan bergabung dalam sebuah instansi atau perusahaan yang established, yang mapan, yang cukup besar. karena dipercaya kemapanan perusahaan akan “menular” kepada orang-orang yang berada di dalamnya. saya mengilustrasikan paradigma lama sebuah organisasi adalah seperti Kapal Pesiar di Tengah Laut.

pertama, kapal pesiar mampu menampung penumpang yang amat sangat besar, dimana dalam paradigma lama, sebuah organisasi yang besar akan mampu mengakomodir banyak anggota.


kedua, organisasi dalam sebuah kapal sehebat itu, tentu dipimpin oleh seorang nahkoda yang hebat dimana dia mendapat kepercayaan dari ribuan penumpang di dalamnya untuk mengendalikan kapal. kemanapun kapal diarahkan, penumpang tidak terlibat, semua berada di pundak sang nahkoda, termasuk tanggung jawab organisasi. Mungkin hal inilah yang menyebabkan orang memilih tempat yang “Nyaman” supaya tidak perlu ikut pusing memikirkan kemana arah Kapal organisasi di jalankan.

ketiga, adalah medan yang ditempuh. Kapal sebesar itu tentu bisa dengan leluasa melaju di samudera luas, ini sebagai analogi bahwa persaingan dunia usaha dalam paradigma lama adalah leluasa.

sedangkan dalam paradigma baru organisasi, bisa dianalogikan dengan Rafting menggunakan perahu karet di arung jeram.
pertama, dalam dunia modern dibutuhkan sebuah organisasi yang ramping, sedikit anggota namun efektif, selain itu anggota-anggota yang didalamnya dibutuhkan orang-orang yang pemberani, bermental petualang, enerjik, dan berani menempuh resiko.

kedua, tak bisa dalam sebuah rafting tanggung jawab organisasi hanya di pikulkan kepada atasan. semua anggota harus melakukan perannya masing-masing, sehingga arah laju perusahaan stabil, tidak berat sebelah, dan bahkan sangat mungkin perahu karet terbalik karena ketidak-kompakan dan komunikasi masing-masing bagian. di sinilah teamwork sangat berperan dalam laju organisasi.

ketiga, medan yang ditempuh saat melakukan rafting adalah penuh jeram, sempit, arus deras dan liar. demikian juga mungkin gambaran persaingan organisasi dunia usaha saat ini, banyak kompetitor, inflasi dan ekonomi yang fluktuatif seperti arus jeram, dan penuh resiko untuk terjatuh dan terbalik sebelum menyelesaikan perjalanan.

Perubahan paradigma mungkin bisa menjadi inspirasi kita untuk menjalani hidup di jaman edan ini, namun tak perlu ikut menjadi edan karena takut ora keduman (tidak kebagian).
Mempersiapkan mental untuk ikut ambil bagian dalam arung jeram. Bukan hanya dalam organisasi saja, mungkin juga dalam menjalani sebuah keluarga atau rumah tangga. diperlukan mental-mental yang tangguh, tanggap dan peka terhadap sekitar, dan energik, supaya berhasil menyelesaikan perjalanan dengan baik.

Karena hidup memang sebuah perjalanan, maka selesaikanlah dengan baik.

One Response to “Perubahan Paradigma Organisasi”

  1. [...] usaha yang sudah eksispun harus berjuang untuk tetap bertahan di dunia usaha. Mungkin juga karena pergeseran paradigma organisasi dimana sekarang ini persaingan memang sangat [...]

Leave a Reply