-tentang Cinta- ala BriLiant Sky
Sebuah intuisi yang sarrat makna di dalam hati, namun tak terucap dalam kata dari sepasang bibir manusia. Dia sebuah harapan saat ia hadir dan sebuah kebimbangan saat ia pergi meninggalkan kehidupan kita. Sebuah tangan yang menuntun perjalanan di atas ketulusan, dan sebuah tangan yang menyesatkan saat berjalan di atas racun kepalsuan.

Dia ada dan tiada, diantara kebenaran dan kesesatan, datang tanpa kita sadari dan pergi saat hati tak ingin. Dia bersinar kala kita terlelap bersama mimpi, dan padam saat kita terjaga oleh pagi. Dia tak berwujud, namun nyata selama roda waktu masih berputar.
Setiap pujangga ingin mengurainya dalam untaian sajak terindah, maupun dalam melodi diantara nada-nada yang merayu hati. Tapi tidak juga mengungkap seperti apa dan bagaimana dia. Dia bergerak bebas seperti angin, pun memiliki sifat air yang mengalir dan membasuh dengan kesejukan. Dia seperti api yang berkobar dan tak padam oleh rintangan apapun. Dia memiliki sifat karang yang kokoh dan teguh dalam kesetiaan, juga sifat salju abadi yang dapat membekukan pintu kebahagiaan.
Dialah pendamba kebebasan sejati, hingga tak ada kekuatan yang mampu memasungnya. Hukum dan agama tak mampu mengekangnya selain memolesnya dengan kebohongan. Ras dan status sosial tak kan sanggup mematahkan sayapnya selain dengan membutakan kebenaran.
Ilmuwan manapun tak dapat memecahnya dalam rumus-rumus ilmu pasti, karena dia tak terjamah oleh sentuhan indera, ia hanya dapat dirasa dalam ruang hati insan pendamba kebahagiaan sejati. Dia yang menghias kehidupan kita menjadi indah, namun dia juga yang membuatnya menjadi hampa. Di suatu waktu dia yang melukis seulas senyum kebahagiaan di bibir kita, tapi di lain waktu dia yang mengalirkan air mata kesedihan di wajah kita.
Ada manusia yang ingin terus hidup karna dia, untuk dia, dan demi dia., tetapi ada manusia lain yang yang tak ingin lagi berputar bersama hidup karna kecewa dengannya.
Seorang bijak berkata, hidup untuk dia adalah mulia, karena manusia yang menjalaninya tinggal dalam kesetiaan. Namun seorang pintar kan berkata, hidup demi dia adalah perbuatan bodoh karena hidup terasa sia-sia dan tidak berguna.
Dia seperti Rasi Gemini yang memiliki dua wajah dan dua kepribadian dalam satu tubuh, meski dia selalu berkata jujur. Itulah yang membedakannya dengan ular yang lidahnya bercabang. Ular selalu berkata demi keuntungannya sendiri, tetapi dia berkata untuk menyatakan kebenaran, meski kadang orang-orang tak dapat melihatnya, karena mata hatinya dibutakan oleh nafsu dan kepalsuan semata.
Dialah yang disebut CINTA. Cinta yang selalu ingin digenggam insan-insan, meski dia selalu berubah seperti rangkaian musim. Dialah cinta sejati, tidak terbius oleh kesesatan pun kepalsuan. Cinta yang selalu menghiasi perjalanan hidup manusia di semua jaman dan dimanapun manusia pernah ada.
Dialah cinta, sebuah kekuatan aneh yang tidak pernah mati dan abadi. Karena cinta adalah citra Sang Pencipta, karena Sang Pencipta membentuk dunia, manusia, dan segalanya dalam nama cinta.
August 21, 2008 at 3:33 pm
good…..I kike love…………