Akibat gak niat kuliah

well..
flash back di masa 4-6 tahun yang lalu..
ketika jaman masih terasa damai sebagai mahasiswa, penuh idealisme, penuh senang-senang dan main2, dan sebagainya hingga jalan cari gampangnya pun kadang menjadi pilihan untuk ditempuh.

silang pendapat dengan dosen sewaktu penerimaan mahasiswa baru gara-gara rambut gondrong, membuat rasa skeptis menjadi unggul terhadap dosen tersbut yang notabne juga Pembantu Dekan bid. kemahasiswaan.
Gak peduli, tetep aja nekat masuk lembaga mahasiswa, meski dibimbing oleh orang yang dari kesan awal dan ternyata sampai ksan akhir waktu lulus, adalah dosen yang trouble maker.
ahh.. ngapain juga, emang gue pikirin, (kesan waktu itu).

sikap tersebut ternyata berlanjut, mnjadi sangat menjemukan mengikuti kuliah yang diampunya, nilainya susah, dan mata kuliahnya seperti bahasa dari planet mars “semua hal tentang pemrograman dan mikrokontroller”. sikap selalu menghindari gesekan dengannya pun menjadi alternatif yang cukup aman untuk dipilih, seprti dalam mmilih judul Tugas Akhir.

Amit2 kalau sampai dapat bimbingannya, kalaupun nantinya diuji olehnya, akan terasa aman, karena dalam Tugas Akhirku tidak ada bidang yang menjadi spesialisasinya sekaligus kelemahanku.

dan benar dalam Ujian Komprhnsif dan sidang Tugas akhir, beliau mencoba membantaiku, namun akhirnya lolos juga diriku dari jebakan mulut harimau.

sekarang.. baru kerasa akibatnya.
ternyata pekerjaanku, membutuhkan dasar semua mata kuliah yang pernah diajarnya, bahkan bidang yang idetntik dengan sepesialisasinya.
menyesal juga rasanya dulu kurang profesional sebagai mahasiswa, selalu mencari aman dan tidak berani menghadapi kesulitan selama kuliah.
mental tempe masa lalu, yang dilupakan ternyata berdampak juga saat ini.

Mikrokontroller, dan pemrogramannya, menjadi makanan sehari-hari masa kini dan mungkin untuk seterusnya di masa mendatang. dan aku harus tertatih-tatih untuk kembali mempelajarinya karena dasar yang rapuh selama kuliah.

untuk menghibur diri, mungkin aku akan bilang, tidak ada kata terlambat untuk belajar. namun seandainya dulu aku berani menyingkirkan masalah personal untuk sebuah ilmu yang ternyata berguna, mungkin tidak seperti ini jadinya.

well.. terus maju sajalah.. jangan berhenti.. trus berpikir menang..

karena seorang pemenang bukanlah orang yang tak pernah gagal, mlainkan orang yang tak pernah berhenti berusaha.

Leave a Reply