Candradimuka Kehidupan

aku menyebutnya kawah candaradimuka bagi manusia2 yang berada di sini, sebuah kota yang penuh perjuangan hidup.

siang itu aku belari mengejar bus kota yang lumayan penuh sebelum terlambat masuk kerja. seorang anak kecil ikut naik dengan membawa sebuah gitar kecil dan mengucapkan salamnya yang khas.
dia mulai mencoba menghibur dengan menyanyikan lagu kenangan terindahnya samson.. namun lagu itu dinyanyikannya tak bernada.. fals? …bukan fals sih.. kalau fals nadanya kurang pas.. tapi ini benar2 tak bernada, meski liriknya diucapkannya dengan benar.

aku tak yakin para penumpang2 bus terhibur.. mungkin terganggu malahan.. bahkan seorang muda berpakaian necis memberinya selembar rupiah ketika dia masih menyanyikan lagunya, mungkin dengan maksud.. udahlah jangan menyanyi lagi.. ni uangnya..

namun anak kecil itu tetap melanjutkan lagunya yang sempat terhenti ketika ia menerima uang. aku melihat ketulusannya benar2 untuk menghibur.. bukan sekedar untuk uang.. anak sekecil itu.. sudah menunjukkan profesionalismenya.

ini sebagian kecil siluet kehidupan di kota ini, di sudut kota lain lebih banyak lagi wajah2 kecil mereka menghiasi kerasnya kehidupan jakarta.

aku harus belajar dari mereka, uang bukan semata2 tujuan mereka, bahkan dengan 17828867_9f5bf7269bketerbatasan, bahkan dalam kekurangan ia tetap menunjukkan profesionalitas sebagai seorang pengamen.
masalah mental pun.. aku mungkin kalah jauh dengan mereka.. mereka tertempa di sini, di jalanan.. di candradimuka kehidupan nyata. mereka gak takut untuk lapar.. gak takut besok harus makan apa, gak takut akan hari esok, mereka hidup untuk hari ini, hidup tanpa kekuatiran masa depan, life for today!

di saat aku seusia mereka, mungkin jam segitu aku sedang tidur siang dengan manisnya di rumah.. di saat usia ku seperti mereka, semua kebutuhanku dengan mudah aku dapatkan dengan menengadahkan tangan ke bokap-nyokap…

tak sepatutnya aku terus merasakan kurang dan kurang dalam hidupku.. bersyukur.. itu tindakan yang sepatutnya aku lakukan..

Leave a Reply